Jumat, 11 Oktober 2019

Hindari Bahaya Hepatitis C bagi Ibu Hamil dengan Mengenali Gejalanya

Hepatitis C merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus pada hati. Virus yang terinfeksi akan mengalami peradangan, serta kemampuan kerjanya akan menurun. Ibu yang tengah hamil merupakan salah satu yang sangat rentan mengidap penyakit ini. Dengan mengenali gejala penyakit ini sedini mungkin, diharapkan bisa meminimalisir bahaya hepatitis C bagi ibu hamil.


Hindari Bahaya Hepatitis C bagi Ibu Hamil dengan Mengenali Gejalanya


Ragam Gejala yang Ditimbulkan oleh Penyakit Hepatitis C
Hampir miripnya gejala yang ditimbulkan oleh penyakit hepatitis C dengan gejala hamil pada umumnya, membuat ibu hamil kadang tak menyadarinya. Penyakit hepatitis C menimbulkan gejala seperti mual, muntah, kelelahan, menurunnya nafsu makan, serta nyeri pada bagian otot dan tulang sendi. Tak jarang, ibu hamil pun kerap merasa sulit untuk konsentrasi, depresi dan gangguan kecemasan.

Gejalanya yang lebih kentara mungkin adalah rasa sakit pada sisi kanan atas perut, tempat organ hati berada. Jika kondisi hati sudah lebih parah karena infeksi virus hepatitis C ini, maka biasanya warna kulit dan juga bola mata akan berubah menjadi menguning. Perubahan warna ini disebabkan karena terganggunya kerja hati, sehingga kadar bilirubin yang dihasilkannya pun jadi meningkat drastis.

Bahaya yang Ditimbulkan oleh Penyakit Hepatitis C bagi Ibu Hamil
Penyakit hepatitis C yang diderita saat hamil, tak hanya berefek pada sang ibu saja namun juga bagi janin yang dikandungnya. Bahaya hepatitis C bagi ibu hamil misalnya seperti rasa tak nyaman dengan rasa nyeri di bagian hatinya. Selain itu, ibu hamil yang menderita penyakit hepatitis C juga berisiko menderita penyakit diabetes kehamilan atau dikenal sebagai gestational diabetes.

Efek buruk dari penyakit hepatitis C ini juga akan dirasakan oleh janin. Sekitar 4 persen dari ibu hamil yang mengidap hepatitis C, pasti akan menularkannya pada janin dalam kandungan. Janin yang dikandung oleh ibu yang mengidap hepatitis C, juga berisiko lahir dalam keadaan prematur. Jika janin lahir prematur, ia bisa mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangannya kelak.

Treatment untuk Ibu Hamil yang Menderita Penyakit Hepatitis C
Sampai saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan hepatitis C secara total. Penderita umumnya diberi treatment khusus, untuk meredakan gejala yang ditimbulkan penyakit ini. Bagi ibu hamil, treatment untuk hepatitis C umumnya akan diberikan setelah melahirkan. Jika treatment dilakukan saat hamil, dikhawatirkan akan berefek buruk pada pertumbuhan janin yang tengah dikandung.

Dengan mengenali gejala yang ditimbulkan oleh penyakit hepatitis C, diharapkan bisa mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut. Bahaya hepatitis C bagi ibu hamil bisa ditekan salah satunya dengan menjalani pola hidup sehat, agar kondisi kesehatan hati tak makin menurun. Jalani pola hidup sehat, hingga nanti treatment penyakit ini bisa dilakukan setelah bayi dilahirkan.