Rabu, 09 Oktober 2019

3 Metode Dasar Untuk Membikin Sabun Mandi


Metode membikin sabun mandi sebetulnya bermacam-macam. Kami bakal mengulas berbagai teknik sederhana yang mudah diperbuat di rumah. Perbedaan teknik tersebut hanya persoalan suhu yang dipakai saja.

3 Metode Dasar Untuk Membikin Sabun Mandi


1. Metode Cold Process (CP)

Metode ini adalah yang lumayan sederhana serta mudah. Kenapa dinamakan cold process? Sebab cold dalam bahasa indonesia berarti dingin jadi tak membutuhkan suhu yang tinggi.

Pencampuran minyak dengan alkali diperbuat saat temperatur keduanya berada pada suhu 32 – 35 derajat celsius. Kemudian diperbuat pengadukan sampai tercampur sempurna (trace) serta mengental.

Seusai itu campuran tersebut dimasukkan ke dalam cetakan serta memasuki fase curing. Biasanya memakan waktu tak lebih lebih 2 – 4 minggu untuk sangatlah siap dipakai serta proses saponifikasi telah berakhir. Dengan memakai metode ini menghasilkan sabun dengan tekstur yang halus.

Sabun yang dihasilkan oleh metode cold process hanya berupa sabun batang.

2. Metode Hot Process (HP)

Metode hot process adalah variasi dari metode cold process. Pada saat campuran telah sempurna serta mengental, campuran tak langsung dimasukkan ke cetakan. Namun dipanaskan terlebih dahulu untuk memaksa proses saponifikasi. Biasanya memakan waktu 1-3 jam untuk memanaskan.

Kelebihan dari metode ini yaitu sabun telah aman untuk langsung dipakai. Fase curing tak berjalan lama hanya kurang lebih 1 – 2 minggu. Menghasilkan sabun yang mempunyai tekstur agak kasar.

Untuk menghasilkan sabun cair, sabun padat transparan serta sabun cream biasanya memakai metode hot process.

3. Metode Melt & Pour (MP)

Melt and pour adalah metode yang paling mudah.

Metode ini adalah tutorial membikin sabun mandi tanpa bahan kimia. Hanya memakai soap base alias sabun yang hampir jadi, kemudian dilelehkan serta dicampur dengan bahan-bahan tambahan semacam pewangi, pewarna, dll. Seusai itu dimasukkan ke dalam cetakan. Berakhir!